WORKSHOP KEPROTOKOLAN, MASTER OF CEREMONY (MC) & TABLE MANNER

PENDAHULUAN

Meningkatkan pencitraan publik instansi/perusahaan merupakan salah satu tugas penting Humas/PR, salah satunya melalui pengelolaan tamu dan pelaksanaan acara-acara instansi/perusahaan secara professional. Dan keberhasilan seorang MC / Protokoler dalam menyelenggarakan sebuah event/acara seremonial juga akan memberikan kesan positif terhadap instansi/perusahaan baik internal maupun eksternal. Sedangkan Table Manner merupakan kecakapan yang harus dimiliki para Humas, PR, MC, Protokoler untuk menunjang kepercayaan dirinya dalam menjamu tamu/klien guna memberikan layanan prima agar kesan mendalam & citra positif instansi/perusahaan dapat dibangun.

KEPROTOKOLAN                  

Keprotokolan di Indonesia telah diatur oleh undang-undang, berupa serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan atau masyarakat.

Aturan-aturan protokoler ini menjadi acuan di berbagai institusi dan lembaga pemerintahan termasuk juga di kalangan Humas/Public Relations Perusahaan dan Perguruan Tinggi. Aturan ini berlaku secara universal. Juga dengan telah dikeluarkannya UU No. 24 Tahun 2009 dan UU No. 9 Tahun 2010, yang merupakan Paradigma Baru Dalam Keprotokolan di Indonesia, khususnya berkenaan dengan bagaimana penggunaan Bendera, Bahasa, Lambang Negara, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan, yang sangat perlu diketahui khususnya oleh para staf yang bertugas di bidang Humas, TU Pimpinan dan penyelenggara acara-acara resmi.

MASTER OF CEREMONY (MC)

Pentingnya Keahlian Master Of Ceremony (MC)

Setiap profesional sangat menyadari bahwa kesuksesan mereka amat tergantung pada kemampuannya dalam komunikasi bicara. Ada banyak sekali format berbicara yang kita lakukan setiap hari. Diantaranya Membawa Acara (MC), Presentasi, Memimpin Rapat, Pidato, Menjual Gagasan, Bernegosiasi, Memotivasi Rekan Kerja, Menyampaikan Keluhan, Handling Compliant dan lain sebagainya. Berbicara didepan publik bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak orang dengan tingkat pengetahuan dan kepandaian yang tinggi tapi ketika harus berhadapan dengan publik, ia mendapat kesulitan. Padahal dalam kehidupan bermasyarakat maupun pekerjaan hal tersebut sangat diperlukan. Sayangnya keterampilan bicara ini jarang kita upgrade. Kita terlalu terbiasa memakai bahasa bawaan yang kita miliki selama ini dan jarang melatihnya untuk tujuan-tujuan khusus.

Kemampuan berbicara secara formal, bukan bahasa sehari-hari, bukan bahasa pasaran, bukan bahasa pergaulan, melainkan bahasa karir, bahasa bisnis, bahasa profesi, bahasa resmi. Bahasa resmi menuntut porsi terbesar dalam berkomunikasi sehari-hari. Bahasa yang mencerminkan keseriusan. Bahasa yang mencerminkan pentingnya pencapaian tujuan. Seringkali terjadi bahwa komunikasi yang telah dibangun menjadi kurang efektif ketika penyampaiannya kurang sesuai dengan individu yang menerima pesan. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan pesan yang disampaikan oleh satu individu pada individu/kelompok yang lain menjadi tidak berguna.

TABLE MANNER

Apapun profesi Anda pasti pernah menghadiri acara jamuan makan, baik yang diadakan di rumah, restaurant, cafe, maupun hotel berbintang. Ada sebagian orang masih merasa canggung atau nervous melihat perlengkapan makan yang begitu banyak dan beragam di saat jamuan. Menghadiri jamuan makan sudah menjadi acara yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat kita dan merupakan tuntutan pergaulan global. Perlu pengetahuan yang mendukung agar kita bisa dengan elegan mengikuti ritme jamuan.

Table Manner adalah tata cara atau sikap saat berada di meja makan yang disesuaikan dengan etika sopan santun dan etiket Internasional. Dalam pergaulan internasional menghadiri jamuan makan tidak terhindarkan, karena makan adalah sarana berkumpul untuk sesuatu tujuan seperti tujuan politik, bisnis, atau sosial. Jamuan merefleksikan pengakuan terhadap status Anda, membentuk impresi baik, dan sarana untuk kesuksesan karir, dan sangat relevan diikuti oleh perwakilan suatu instansi/perusahaan/organisasi.


TUJUAN WORKSHOP

TUJUAN WORKSHOP KEPROTOKOLAN

Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan ;

  • Memiliki kemampuan menjadi Protokoler yang professional, mampu mengelola & mengatur (Tugas Keprotokolan) Tata Tempat, Tata Ruang, Tata Penghormatan, Susunan Acara, Tata Upacara, Mengelola Tamu VIP Pejabat Negara/Daerah, Tokoh Masyarakat
  • Terampil melaksanakan tugas Protokoler & yang berhubungan dengan MC dalam berbagai acara/event dinas instansi/perusahaan
  • Memahami UU Keprotokolan yang berkembang saat ini
  • Mampu dalam mengelola tata cara penyambutan dan menempatkan tamu VIP/VVIP dalam berbagai acara resmi
  • Memiliki kepribadian menarik dan menyakinkan dalam berbagai acara kenegaraan atau acara resmi instansi lainnya.

TUJUAN WORKSHOP MASTER OF CEREMONY (MC)

Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan ;

  • Memiliki kemampuan menjadi MC yang handal dan professional untuk berbagai jenis acara/event resmi instansi/pemerintahan
  • Mampu merencanakan, menyusun, mengonsep acara dan bisa mempraktekkannya
  • Berani memecahkan ketakutan yang menjadi hambatan dalam proses berkomunikasi dan berbicara didepan umum
  • Memahami keterkaitan antara kemampuan berbicara dan kepercayaan diri dan berani tampil total dalam membawakan acara
  • Mampu melatih dan meningkatkan kepercayaan diri ke tingkat yang maksimal, untuk kesuksesan berbicara & berkomunikasi

TUJUAN WORKSHOP TABLE MANNER

Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan ;

  • Memiliki kecakapan mengatur perjamuan makan resmi bagi tamu dinas atau relasi/mitra instansi/perusahaan
  • Mampu dalam mengelola tata cara penyambutan dan menempatkan tamu VIP/VVIP dalam perjamuan makan


MATERI WORKSHOP

Sessi 1 : Konsepsi Keprotokolan dan Perkembangannya

  • Sosialisasi UU keprotokolan dan perkembangannya
  • Sejarah keprotokolan, pengertian & hakekat keprotokolan, tampilan petugas protokol
  • UU No 9 Tahun 2010, UU No 24 Tahun 2009, PP No 62 Tahun 1990
  • Berbagai jenis acara yang ada di instansi/perusahaan (Acara Kenegaraan, Acara Resmi)
  • Perbedaan dalam pelaksanaan & masalah yang dihadapi protokoler
  • Tata hubungan keprotokolan & etika komunikasi profesional
  • Potensi budaya lokal, nasional dan internasional dalam keprotokolan

Sessi 2 : Strategi & Implementasi Tugas Protokoler

  • Memahami tugas & tanggung jawab protokoler (Tata Kelola Keprotokolan)
  • Ruang lingkup keprotokolan & pembagian tugas dalam acara
  • Pengaturan Tata Tempat, Tata Penghormatan, Tata Upacara, Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat Tertentu
  • Perencanaan, pelaksanaan, pengawasan acara (susunan acara) formal dan informal
  • Antisipasi & penanganan masalah (situasi kritis) dalam keprotokolan
  • Prosedur kunjungan Pejabat Negara Dan Pejabat Pemerintah
  • Peralatan, perlengkapan & pendukung acara (undangan, sponsorship, dll)
  • Praktek & Simulasi Keprotokolan menjadi protokol Acara Kenegaraan & Acara Resmi
  • Praktek & Simulasi Keprotokolan menjadi protokol Acara Formal & Informal

Sessi 3 : Master of Ceremony (MC)

  • Mengatasi rasa takut, blocking situation & ice breaking
  • Gangguan MC & cara mengatasinya (problem solving)
  • Menggunakan gesture/body language & alat bantu
  • Praktek olah vocal (mengoptimalkan vocal & suara)

Sessi 4 : Praktik Master of Ceremony (MC)

  • Praktik MC Formal Dan Informal (Praktik Dasar)
  • Praktik MC Formal Dan Informal (Praktik Terampil)

Sessi 5 : Business Etiquette & Table Manner (Praktek)

  • Business Appearance & Difference Cultural Value
  • Tata cara menyiapkan perjamuan (peralatan/menu)
  • Praktek Table Manner (Lunch)

Contact Us :
Silakan Isi Form dibawah ini :